2 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Hukum Judi Online Menurut Islam

judi slot online  – Islam, sebagai satu satunya agama yang sah dan sempurna di hadapan Allah Subhanallahu Ta’ala. Memiliki sejumlah hukum dalam menjalani kehidupan bagi umat manusia. Mulai dari tata cara shalat, berpuasa, sistem mengeluarkan zakat, cara bersuci, pelaksanaan ibadah haji, hingga hukum bermain judi yang tidak luput dari pandangan Islam itu sendiri.

Islam, telah dengan sempurna dan sebaik mungkin  mengatur semua tatanan kehidupan umat manusia di permukaan bumi. Bagaimana seorang hamba itu bisa memperoleh dan menikmati rezeki yang halal dan baik, serta perbuatan apa saja yang mesti ditinggalkan oleh seorang muslim. Berjudi, baik itu judi di suatu tempat atau pun judi online, yang tidak membutuhkan waktu serta tempat khusus untuk bermainnya. Merupakan sebuah aktivitas paling dilarang di dalam agama Islam.

  1. Hukum Berjudi dalam Agama Islam  

Lantas, mengapa judi sangat dibenci dan cukup dilarang di dalam peraturan agama Islam? Hingga hukum bermain judi pun disebut sebut haram oleh para ulama. Bahkan, hukum judi online menurut Islam, bahkan judi offline bisa dengan kini kita jumpai dalam artikel di sosial media.

Perihal perjudian atau maysir, disebutkan jelas di dalam Al Quran dan merupakan perilaku menyimpang yang mesti dijauhkan oleh setiap umat muslim di berbagai belahan dunia. Maysir sendiri memiliki arti setiap perbuatan judi slot online yang di dalamnya terkandung pertaruhan, yakni berupa judi. Sehingga, larangan judi di dalam agama Islam tidak hanya terbatas pada permainannya saja. Akan tetapi, hal ini juga di sebabkan adanya satu atau lebih barang maupun benda yang dijadikan sebagai ajang taruhan.

Benda yang dijadikan sebagai alat pertaruhan dalam permainan judi, baik itu offline maupun online, tidak hanya berupa uang. Namun, kerap kali taruhan yang dipertaruhkan adalah benda benda berharga lainnya, seperti emas, sepeda motor, smartphone, mobil, tanah, hingga sertifikat rumah sekalipun. Inilah sebabnya, banyak para penjudi yang gagal keriap menjadi stress atau bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit jiwa. Bagaimana tidak, semua harta benda yang ia miliki telah diserahkan dan dijadikan sebagai barang taruhan dalam berjudi.

Jika melihat pengertian judi atau maysir menurut ahli agama seperti Hasbi ash-Shiddieqy, maka disebutkan bahwa segala sesuatu yang di dalamnya terdapat dan mengandung pertaruhan, itu dinamakan maysir (judi). Hal ini berlaku untuk semua jenis permainan yang dimainkan oleh para penjudi, dimana pihak kalah harus dan wajib memberikan barang taruhan tersebut kepada si pemenang.

  1. Syarat dan Unsur Berjudi 

Dari penjelasan ulama di atas, bisa dipastikan bahwa segala jenis maysir, baik itu dalam bentuk online maupun offline, sama sama tidak baik untuk dilakukan. Sedangkan untuk pelaku atau penjudi itu sendiri, menurut H.S Muchlis terdapat 2 unsur sebagai syarat yang bisa membuat seseorang tersebut telah melangsungkan perjudian, yaitu:

  1. Mesti ada dua belah pihak atau pun lebih yang melakukan pertaruhan. Dimana pihak pemenang (yang bisa menebak atau mendapatkan nomor undian cocok), akan memperoleh barang yang dipertaruhkan tadi.
  2. Kemenangan atau pun kekalahan, biasanya akan dikaitkan setelah proses kegiatan maysir itu dan semua berlaku di luar kekuasaan atau pun pengetahuan kedua belah pihak.

Judi online atau pun offline, keduanya sama mendatangkan kerugian dan dampak buruk bagi si pelakunya. Untuk itu, islam sangat melarang keras umatnya melakukan perbuatan tidak baik ini. Hukum judi online menurut Islam, bisa kita dapatkan informasinya dari sejumlah artikel di internet. Atau lebih tepatnya, silahkan bertanya kepada ahli agama, seperti ustad, ulama, dan pakar Islam lainnya. Sehingga, bisa memberikan titik terang bagi umat muslim sebelum terjerumus ke dalam kubang dosa.

Dari artikel di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hukum bermain judi, baik itu judi online maupun offline. Kedua sama sama memiliki hukum haram dan sangat dilarang di dalam agama Islam. Tidak hanya Islam, akan tetapi negara pun telah menetapkan sejumlah peraturan dan perundang undangan terkait judi online. Dimana di dalam undang undang tersebut terdapat pasal pasal sebagai sanksi dan denda yang mesti dijalankan.

Dengan sejumlah hukum dan sanksi yang diberikan, selayaknya bisa memberikan efek jera kepada para penjudi yang sudah salah jalan dalam mencari penghasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *